Manipulasi Data SPSS Agar Signifikan

Smart Statistik Indonesia

Manipulasi Data SPSS Agar Signifikan

Permasalahan yang seringkali dihadapi ketika mengolah data adalah hasil / output pengolahan data yang tidak sesuai dengan “yang diharapkan”. Pada umumnya, peneliti/ mahasiswa mengharapkan hasil pengujian data statistik (uji korelasi, regresi, dll) menunjukan hasil yang signifikan. Hal ini karena penyusunan model antar variabel disusun berdasarkan landasan teori / penelitian terdahulu yang menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antar variabel. Selain itu, hasil pengujian hipotesis yang tidak signifikan memiliki kecenderungan besar dipermasalahkan oleh dosen pembimbing / penguji, sehingga hasil yang tidak signifikan merupakan salah satu hal yang “ditakuti” oleh para mahasiswa / peneliti.

Peneliti/ mahasiswa kemudian kebingungan dengan hasil ini. Kesalahan yang harus dihindari adalah melakukan manipulasi output hasil pengolahan di SPSS, dengan mengubah nilai koefisien di tabel output SPSS. Perubahan data tidak dapat dilakukan pada hasil akhir, tetapi pada prosesnya.

Dalam artikel singkat ini kami ingin menunjukan dimana penyebab hasil pengujian tidak signifikan, sehingga dapat menghemat waktu dan tenaga anda. Contoh kasus ini adalah pada metode analisa Regresi Linier.

Dalam analisa regresi terdapat hubungan (korelasi) antar variabel, sehingga seringkali dalam langkah analisa regresi linier didahului oleh analisa korelasi. (Regresi adalah hubungan/ korelasi yang searah). Untuk mengetahui dimana letak tidak signifikannya hasil pengujian data regresi cukup dengan mengetahui nilai korelasi antar variabel.

  1. Pastikan nilai koefisien korelasi cukup tinggi (di atas 0,5). Nilai koefisien korelasi minimal 0,5 pada umumnya menghasilkan hasil uji regresi yang signifikan. Artinya, apabila nilai koefisien korelasi anda > 0,5 maka anda dapat memperkirakan bahwa hasil uji regresi kemungkinan besar akan signifikan. Sebaliknya, apabila nilai koefisien korelasi < 0,5 kemungkinan besar hasil uji regresi tidak signifikan.
  2. Apabila nilai koefisien negatif, maka dapat dipastikan hasil uji regresi juga akan bernilai negatif. Jadi, kuncinya ada di nilai koefisien korelasi. Agar waktu anda tidak terbuang percuma, periksalah terlebih dahulu hasil uji korelasi anda sebelum melanjutkan ke pengujian regresi.
  3. Penyebab tidak signifikannya hasil uji statistik karena pola persebaran data yang tidak sama antara variabel yang diuji. Periksa terlebih dahulu skor total dari setiap variabel apakah telah membentuk pola yang sama atau tidak (ingat yang diperiksa skor total, bukan skor jawaban pada setiap item pernyataan).
  4. Periksa berdasarkan urutan responden, misalnya untuk hubungan variabel X dengan Y. Apabila responden nomor 2 memperoleh skor total variable X yang lebih kecil dari responden 1, maka di skor total variabel Y juga seharusnya mengikuti pola tersebut, begitu selanjutnya.

Untuk itu coba periksa kembali pola jawaban dari setiap responden. Apabila tidak menunjukan pola yang sama, hal tersebut menunjukan beberapa item pernyataan dalam kuesioner yang disusun belum menjadi satu kesatuan yang utuh.

Demikian, sedikit tips dari kami, apabila mengalami kesulitan dan membuthkan konsultasi lebih lanjut, silahkan menghubungi di 082120850328 (SMS, telp, WA).

Hubungi Kami
Whatsapp
Call / SMS
Appointment Date
* indicates required field